Koneksi 'Orang Dalam'




Pernah baca meme seperti pada gambar di atas enggak?.
Nohok banget yak!. Lalu malu2 hati pun menjawab ehm...gimana ya, saya emang gak pantas masuk surga da, tapi..tak bakal kuat juga masuk neraka.. (syair Abu Nawas)
Tapi sebentar...benarkah di surga ada 'orang dalam'?. Mungkin yg dimaksud adalah syafaat. Orang yg bisa memberi pertolongan karena dia memiliki wewenang atau koneksi. Ih..makin njlimet aja bawa2 koneksi.
Baiklah, saya sedikit numpang cerita dulu untuk menguatkan apa yg dimaksud dg koneksi. Istilah koneksi ini saya comot dari paparan Ust. Nouman Ali Khan saat menerangkan makna ayat kursi. Sy ambil contoh ini yg tergampang dan pernah sy alami, gak ada maksud apa2😊
Al kisah..Desember 2007, berarti 10 th silam, waktu saya dinyatakan lolos tes capeg diusia cukup tua yakni 34 th.. 😷 hari itu juga sy dikasih tahu utk segera melakukan pemberkasan antara lain yg agak riweuh adalah legalisir ijazah dari SD hingga perguruan tinggi yg harus diserahkan paling lambat lusanya.
Bayangkan hari itu juga saya kontak Almarhum bapak dan adik untuk membantu memintakan tanda tangan legalisir di sekolah2 saya di kampung karena semua ijazah asli masih di rumah ortu. 
Sedangkan esoknya saya minta tolong suami hunting td tgn legalisir dekan fakultas di IPB Kampus Dramaga. Sy sendiri sibuk ngurus SKCK, Surat dokter, surat bebas narkoba dll.
Cerita suami saya, sesampai di kampus IPB, petugas bagian administrasinya menyuruhnya dtg kembali lusa karena yg minta legalisir numpuk dan banyak antrian di meja Pak Dekan.
Suami saya yg bukan alumnus IPB jadi putar otak. Gimana caranya ijazah dpt legalisir smntara waktu sdh mepet, berkas hrs dibawa besok ke Jakarta.
Ketika tahu siapa Dekan IPB yg dimaksud, dan ternyata ia kenal samar2 (kenal tapi gak akrab begitu) hanya karena pernah bareng dalam sebuah acara kemping dan mengikuti majlisnya, ia pun memberanikan diri minta tolong. Ia coba buka2 kontak nomor telepon di hp nya dan ternyata nama beliau ada. Dihubunginyalah beliau yg juga dikenal sbg seorang ustadz.
Singkat cerita dibawalah masuk berkas saya oleh petugas dg melewati antrian setelah dia dipanggil "orang dalam" tsb maksudnya pak Dekan yang di dalam ruangan tertutup itu..😁beres tak sampai 5 menit. Si pegawai administrasi hanya bilang setelah keluar , "Mas saudaranya Bapak ya?, kenapa tak bilang dari awal?".
Kira2 begitulah koneksi, alias bahasa khasnya syafaat. Subhanallah betapa merasa tertolongnya saya saat itu.
Bisa dibayangkan bukan bagaimana bahagianya orang yg mendapat syafaat apa tah lagi syafaat di akhirat di mana digambarkan orang pada sibuk dg nasibnya sendiri alias nafsi nafsi?.
Ya..karena orang yg berjiwa penolong mungkin saja banyak tapi orang yg bisa memberi syafaat pastilah sedikit karena ada syarat2 dan ketentuan berlaku.
Daan..tidak ada syafaat tanpa seijinNya, itu kata Allah dlm ayat kursy.
ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ
"Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya....."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
Hatta sebentuk tanda tangan seorang yg membantu mempermudah urusan makhlukNya sekalipun, tak akan terjadi tanpa ijin-Nya. Sy suka menyebutnya jaring2 pertolonganNya, jaring2 itu kadang muncul tak terduga bahkan dlm kondisi mendesak.
Kembali ttg "orang dalam" di surga. Hadits yg sangat menggugah tentang syafaat antara sesama hamba Allah adalah sbb:
"Apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah: 'Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami...'"Maka Allah berfirman, "Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah.
(Ibnu Mubarak dalam kitab Az Zuhd).
Hadits ini pastinya dan harusnya memberi semangat orang untuk hidup berjamaah, kecuali bagi mereka yg yakin akan mampu melenggang di akhirat dg kemampuan independen...(wkwk secara kalo orang mau maju di pilkada secara independen juga musti ngumpulin sejumlah KTP orang yak! 😁🤔😉). Maksudnya yakin amal ibadah nya sudahlah sangat banyak dan pasti jadi penyelamat diri.
Indahnya bersama dalam kebaikan karena satu sama lain akan menjadi sahabat2 yg saling menyaksikan. Jangan hanya banyak sahabat online yg mensupport lewat komen2, tapi juga sahabat offline yang membersamai saat shalat berjamaah di mushola kampung atau masjid kantor saat zuhur, yg membarengi duduk di majlis2 zikir bersalaman erat dan yg menyemangati dalam amal2 shalih di masyarakat.
Namun....syafaat yg utama tentunya syafaat dari Rasulullah SAW. Dalam hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah diceritakan bagaimana orang2 di akhirat mendatangi para nabi mulai dari Nabi Adam AS, Nuh, Ibrahim, Musa...hingga Isa tapi msg2 mereka menyuruh mendatangi Nabi yg lain karena merasa tak pantas memberi syafaat. Seperti kata Nabi Musa, "Aku malu...aku pernah membunuh orang, datanglah ke Nabi Isa...Nabi Isa pun mengelak hingga akhirnya di penghujung Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW, beliau memintakan syafaat untuk umatnya kepada Allah SWT.
Syafaat atau koneksi ini hanya menghubungkan antar kebaikan dan tentu saja atas Izin-Nya. Karena kebaikan satu sosok yg alim mungkin dia seorang syuhada, menurut Ust. Nauman Ali Khan akan terjadi "reuni keluarga besar" di surga Adn melebihi semaraknya lebaran. Surga Adn adalah surga utk orang shalih yg termasuk surga berderajat tinggi alias VIP setelah surga Firdaus.
Jadi jika ada seorang kakek mendiami surga Adn maka ia bisa memberi syafaat kepada anak, cucu, cicit dalam satu garis keturunan baik ke atas maupun ke bawah termasuk pasangan2nya hingga berkumpul bareng. Yg tadinya mungkin di "emper surga" bisa ikut dinaikkan ke surga Adn melewat tingkat demi tingkat di atasnya, ujarnya. Allahu 'Alam.
Allah SWT berfirman:

"(yaitu) surga-surga 'Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
(sambil mengucapkan), Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu."

(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 23-24).
Amiin. Jika kita merasa tak pantas masuk surga, semoga kita pantas mendapatkan syafaat di sana. Seperti kata2 ulama besar Ibnu Jauzi kpd sahabatnya sambil menangis.
"Jika kamu tidak menemui aku di surga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku: 'Wahai Rabb kami, si fulan sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di surga."
21032018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Polah Bapa Kepradhah

Kredibilitas Dulu, Baru...